MENTOR OKK UI 2017
MENJADI MENTOR OKK UI, ASYIK KOK!
Menjadi mentor, awalnya, menjadi
sebuah pengalaman baru bagi saya. Saya yang notabene baru keluar dari status
“maba” saya pada tahun lalu, sekarang sudah memberanikan diri menjadi seorang
mentor bagi adik” maba 2017.
Ada 5 pertemuan dalam rentang waktu
kurang lebih 2 minggu. Saya tak sendiri, saya ditemani Yohan, mahasiswa FIB
(Arkeologi 2016) UI. Sejujurnya, saat briefing sebelum dilaksanakannya
mentoring sesi 1, saya agak sedikit bingung dengan tugas saya sebagai seorang
mentor. Ditambah lagi, partner saya juga agak bengong waktu briefing
berlangsung. Sepulangnya dari sana, saya mengobrol dengan Yohan, apa dia
mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh koor mentor tadi. Dia menjawab tidak.
Huh. Jadilah saya berusaha untuk mengerti dan memahami tugas saya sebagai
seorang mentor. Saya sebenarnya tidak terlalu serius untuk hal ini. “Just go
with the flow”, batin saya berucap. Oke.
Sesi mentoring 1 dimulai pada tanggal
31 Juli 2017. Awalnya mereka terlihat antusias mengikuti mentoring. Saya
membagi sesi mentoring 1 menjadi 2 pertemuan, dikarenakan mereka memiliki
perbedaan jadwal padus. Oke tidak masalah. Sesi ini cukup menarik karena
membahas tentang personality para mentee” saya, juga tentang mimpi” mereka. Antusiasme
tergambar jelas diwajah mereka. Mereka bercerita seolah-olah mimpi ini akan
menjadi kenyataan dan semoga memang begitu. Saya, dan Yohan tak kalah antusias
dengan mereka. Terlihat dari bahasa tubuh yang saya tunjukkan, mencondongkan
badan. Sifat “curiosity” saya sedang diatas awan. Oke saya akan bercerita
mengenai mentee saya yang menarik perhatian saya. Satu, namanya Edri. Dia mahasiwa Farmasi yang sebenarnya
cita-citanya ingin menjadi seorang dokter. Dia lulus SIMAK UI. Dia salah satu
favoritku. Dia berwibawa, dan terlihat dari wajahnya bahwa dia suka menjadi
seorang leader. Dia aktif di organisasi sewaktu SMA, OSIS namanya. Dia juga
punya rasa humor yang menjadikanya seorang yang easy going. Kedua, saya sangat
menyukai seorang Zisa, seorang gadis bertubuh mungil dengan kacamata bulat yang
membingkai matanya sangat cantik dan imut, suaranya juga cempereng dan menjadi
kekhasannya. Dia mahasiswi Kesejahteraan Sosial (FISIP). Dia bercita cita
bekerja di suatu organisasi dunia yaitu UNICEF. Mentee saya yang ketiga adalah
Helga, seorang mahasiswi ilmu politik, yang sangat suka menulis blog. Ketika
saya minta nama blognya dia tidak mau memberikannya. Katanya malu. Hm. Dia juga
bercita-cita masuk AIESEC UI. Yang terakhir, yang menarik hati saya adalah
Sangdaffa. Dia sangat sopan sekali, pertama kali bertemu saya saat mentoring 1,
dia mengajak bersalaman. Wow. Suatu attitude
yang langka diantara para maba. Yang
saya ketahui juga tentang dia adalah, dia sangat menyukai seni musik. Bisa
bermain piano, yang juga menjadi impian saya, dia bisa! I love it. Well, semua
mentee saya punya kelebihan masing-masing sih, tapi keempat orang itulah yang
mungin sedikit menarik bagi saya.
Sesi mentoring kedua saya tidak bisa
hadir dikarenakan saya ada liburan dengan Angel (Geografi 2016) yang sudah kami
rencanakan sejak sebulan sebelu kuliah semester 2 berakhir.
Sesi mentoring ketiga, juga sedikit
menarik. Pembuatan video kelompok mengenai “media sosial”. Saya melihat
bagaimana mereka berkooperatif untuk mengerjakan tugas ini. Hm, ya memang pasti
ada yang berusaha berpikir dan ada yang dengan santainya bermain dengan gadget
kesayangannya,atau bahan mengobrol dengan teman”nya, khususnya para lelaki.
But, that’s fine, maybe they were tired with all the KAMABA’s activity.
Akhirnya video mereka jadi dalam 2 hari, sesuai dengan tenggat waktu yang
sebenarnya sudah menuju deadline.
Dengan, Nurul Hanifa sebagai editor video, video yang dihasilkan bagus dan saya
mengerti alur ceritanya. That’s good!
Okay, acara puncak pun tiba. Tanggal
11 Agustus 2017 dimana saya sebagai mentor diharuskan datang pada pukul 11.
Ternyata hanya untuk mendapat konsumsi dari panitia [(koor mentor: kak Vika
(FISIP2014)] dan lembar absensi serta kertas games teka teki. Dalam games ini,
lagi-lagi yang dituntut adalah bagaimana mereka bekerja sama dalam memecahkan
masalah yang ada (re: teka teki). Saya melihat mereka yang kadang pusing dengan
pertanyaan dari games tersebut, ada yang berusaha bernegosiasi dengan saya untuk
menggunakan handphone (browsing). Tapi saya tetap berpegang pada pendirian saya,
bahwa mereka harus jujur. Saya melihat kecurangan” disekitar saya, mentee
kelompok lain yang dengan seenaknya
browsing berusaha untuk menjawab semua pertanyaan yang tertera dikertas
itu.
Pelajaran bagi saya, manusia memang
terkadang sangat tergoda oleh rumput tetangga yang warnanya lebih hijau”.
Walaupun demikian, ketika saya mengajak para mentee saya untuk lebih jujur,
tetap saja ada yang berbuat curang. Contohnya, Rizal yang meminta jawaban pada
kelompok lain. Well, saya masih melihat, mental tidak jujur. Hum, ini jelas
perlu diperbaiki. Walaupun games ini bertujuan untuk seru-seruan, tetapi
setidaknya bisa memberikan dan mengajarkan nilai tanggung jawab dan kejujuran
dan berdampak pada para maba yang terlibat didalamnya. Oh iya, siangnya juga
ada parade. Dalam parade kali ini, saya juga sempat berkenalan dengan maba kmk
UI dan maba Geografi.
Yow, hari terakhir puncak OKK UI
2017. Saya diharuskan untuk datang pada pukul 06.00 pagi. Pagi itu sesi
mentoring tidak terlalu sulit karna hanya memberi arahan dan penjelasan tentang
tugas akhir mereka. Berfoto (selfie) dengan maba lain minimal 8 fakultas dan 5
kelompok. Well, setelah itu, gabut. Jadi, kami berfoto ria, mumpung lagi full
team. Tak bosan berfoto sampai” mengeluarkan keringat. Well, saya juga sempat bercerita
pengalaman Ospek jurusan saya kepada para maba yang cewe. Well, ada sesi tukar
kado juga sebenarnya, tapi dikarenakan saya harus ke wisma SY untuk mengikuti
misa sebelum kegiatan GELORA 2017, saya tidak bisa menemani para sahabat yang
telah mewarnai hari-hari saya beberapa waktu belakangan ini. Akhir kata, saya ucapkan terima kasih teman-teman mentee ku dan partnerku, Yohan! (cris)
Pict 1. 12 Agustus 2017 – Puncak OKK UI 2017
P.S : You know what? Saya dikasih hadiah boneka wisuda T.T
udah kaya orang graduation aja guenya, mungkin ini pesan, supaya gue cepet-cepet
lulus
Depok, 22 Agustus 2017

Comments
Post a Comment